Perampokan Toko Emas Terkait Teroris

Kompas.com - 19/08/2010, 09:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kasus perampokan toko emas di Pasar Bukit Duri, Jakarta Selatan, Depok, dan Bekasi diduga kuat saling terkait dan berafiliasi dengan kelompok teroris. Kasus perampokan di Tebet mulai terungkap dengan tertangkapnya empat pelaku.

"Kami menduga ada keterkaitan antara kasus (perampokan toko emas) yang satu dengan kasus lainnya. Tentu kami akan croscheck lagi. Pasti nanti akan ada fakta-fakta yang bisa mengaitkan itu semua," ucap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Boy Rafli Amar, Rabu (18/8/2010) siang.

Dengan alasan masih mengembangkan pengejaran terhadap pelaku lain, Boy tidak menjelaskan identitas keempat perampok yang telah ditangkap.

Kriminolog UI, Muhamad Mustofa, yang dihubungi semalam membenarkan bahwa kelompok perampok yang satu dengan kelompok perampok lainnya punya cara kerja yang sama. Karena itu,  bisa dipastikan dua kelompok tersebut saling terkait.

"Dari modus operandinya, jumlah pelakunya, alat senjata yang digunakannya, jika memang sama, maka bisa dikatakan terkait," ucap Mustofa.

Mustofa menilai tidak tertutup kemungkinan bahwa kelompok perampok yang katanya terkait dengan kasus perampokan toko emas di Depok dan Bekasi ini bukan sekadar kelompok kriminal biasa. Tapi lebih dari itu, mereka ini komplotan perampok yang diduga terlibat dalam jaringan teroris.

"Bisa saja mereka merupakan pasukan yang dikerahkan bertugas untuk mengumpulkan dana teroris dengan cara-cara merampok. Seperti yang dilakukan Imam Samudera, ternyata dia yang memimpin aksi perampokan untuk penggalangan dana teroris. Untuk memastikan itu, polisi harus bisa menangkap semua pelakunya sehingga bisa diurai keterlibatan setiap pelakunya," ucap Mustofa.

Boy menjelaskan, di antara kelompok perampok itu sudah ada koordinasi dalam memilih sasaran dan waktu operasi. Mereka kerap berkomunikasi satu sama lain.

"Namanya komunikasi, ya di antara siapa saja. Untuk memutus mata rantai kelompok ini, tentu kami harus menangkap semuanya lebih dulu," tuturnya.

Dugaan kuat adanya keterkaitan antara kasus perampokan toko emas di Tebet, Depok, dan Bekasi, dilihat dari modus operandi dan aksi perampokan. Kelompok perampok toko emas datang secara bergerombol dan membawa senjata api. Mereka datang seolah-olah akan berbelanja. Dalam aksinya kawanan perampok ini melepaskan tembakan untuk meneror para korban dan warga sekitar lokasi kejadian. (ded)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau